Kekuatan Iklan

Jaman tahun 90-an dulu, di TV suka ada film-film blockbuster yang ditayangkan saat momen-momen tertentu secara gratis.

Sebut saja Die Hard, Speed, Home Alone, dan masih banyak lagi judul-judul film premium yang sejatinya hanya bisa disaksikan di bioskop.

Tapi beruntungnya, RCTI, SCTV dan TV swasta lainnya berbaik hati membeli hak siar film-film itu, dan menayangkannya untuk kita, secara gratis.

Yes. Gratis. Enak kan jadi penonton TV di Indonesia?

Tapi ada satu hal yang sedikit menyebalkan saat menonton acara blockbuster ini. Apa itu?

Iklan.

Setiap 10 menit adegan film, kita dipaksa menonton jeda iklan yang kadang lebih lama dari adegan filmnya sendiri.

Kalau ditinggal ke toilet, atau cari cemilan ke dapur, takut malah ketinggalan alur cerita filmnya.

Akhirnya terpaksalah ditonton juga itu iklan.

Dan ternyata, iklan itulah yang membuat kita bisa menonton film blockbuster yang mahal itu secara gratis. Karena mereka membayar Stasiun TV untuk menayangkan iklan mereka.

Dengar-dengar, tarifnya bisa sampai ratusan juta per 15 detik di waktu-waktu premium.


15 tahun kemudian, saya mulai menulis blog, dan kemudian tahu bahwa ternyata menulis di blog bisa menghasilkan uang.

Caranya? Dengan menempatkan iklan di dalam blog.

Saya kemudian berkenalan dengan Google AdSense. Dan mulai menghasilkan uang dari sana.

Tidak sampai membuat jadi kaya raya, tapi cukup buat bayar domain, hosting dan sedikit cilok. Hehehe..

Dari situ, kemudian saya berkenalan dengan affiliate marketing, meskipun hanya kulit-kulitnya saja. Dapat lumayan juga buat beli siomay.

Bisnis yang dijalankan oleh RCTI dan SCTV dua dekade silam, kini ternyata bisa saya lakukan juga. Dengan media yang berbeda.

Tapi ternyata, bukan hanya media yang menayangkan iklan yang mendulang untung. Si pengiklan juga dapat untung. Bahkan mungkin lebih besar dari yang mereka bayar ke media.

Disitulah kemudian saya belajar untuk tidak hanya mengambil kue iklan. Tapi juga mulai beriklan. Dan pilihan saya ternyata tidak salah.


5 tahun setelah blog pertama saya, saya kemudian mulai memanfaatkan platform yang sedang booming di negeri ini. Marketplace.

Pertama berjualan, saya langsung mengadopsi iklan marketplace.

Tokopedia TopAds, Bukalapak BukaIklan, Shopee Ads.

Dan diluar perkiraan saya, hasilnya luar biasa.

Kalau dihitung-hitung, sudah ada ratusan juta yang saya hasilkan dari berjualan di marketplace.

Dan angka itu murni dari iklan. Kalau tidak ngiklan, penjualan merosot drastis. Ternyata iklan adalah kunci rahasianya.

Memancing uang dengan menggunakan uang. Begitu pepatah yang pernah saya dengar. Dan benar adanya.


Kini, hasil saya dari marketplace sudah tidak sebesar dulu, kendala di supplier dan persaingan yang semakin ketat adalah kambing hitam yang sering saya salahkan.

Tetapi, saya tahu, selama kita punya produk yang cukup baik, dan promosi yang masif, peluang akan masih terbuka lebar.

Itulah yang membuat saya tertarik belajar metode marketing lainnya.

Facebook Ads. Google Ads. Email Marketing

Dan langsung saya praktekkan. Tapi bukan untuk penjualan online. Melainkan penjualan offline.


Istri saya adalah pedagang makanan. Dia berjualan sarapan di dekat rumah.

Makanannya enak. Istri saya memang jago masak. Saya akui itu.

Tapi sayangnya, warungnya sepi pengunjung.

Pernah beberapa hari dia mengeluh nyaris tidak ada pembeli yang mampir membeli dagangannya.

Ini kasus yang ideal untuk mencoba iklan online untuk konversi di bisnis offline.

Saya kemudian membuat Facebook Ads Campaign, dengan 2 Objective.

Engagement dan Store Visit.

Targetingnya orang-orang yang satu kecamatan dengan warung istri saya.

Hasilnya, terjadi peningkatan penjualan hingga 3 kali lipat.

Iklan online to offline ternyata masih sangat efektif.

Sekarang istri saya sedang merekrut karyawan, dan berencana menambah jam buka warung, serta menu makanan yang dijual.

Target kami, dalam waktu 6 bulan kedepan, bisa meningkatkan omset minimal 4 kali lipat.

Setelahnya, tentu saja scale up dengan menambah cabang.

Doakan saja rencana ini berjalan lancar.


Lantas apa pelajaran yang bisa dipetik dari tulisan yang bertele-tele ini?

Sederhana saja.

Jika anda memiliki bisnis, baik offline, apalagi online, kemampuan mengarahkan traffic ke bisnis anda sangatlah penting.

Sempatkan waktu anda untuk belajar SEO, Paid Traffic, Endorsement dan sejenisnya.

Di masa sekarang, skill marketing anda bisa jadi pembeda antara bisnis yang untung dan yang buntung.

Meskipun bisnis anda baru beromset ratusan ribu per hari, dengan marketing, insya Allah bisa membuatnya jadi jutaan per hari.

Sheperti Ithu. *Nunjuk layar laptop*.